Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Pemkab Ponorogo Sosialisasi Pelaksanaan Program Desa Hebat

BERKAH News24 - Sejumlah perangkat daerah terlibat secara masif melakukan sosialisasi di 21 kecamatan hingga 4 September 2025  untuk program Desa Hebat yang digelar oleh Pemkab Ponorogo. Pemangku kebijakan di 279 desa dan 26 kelurahan akan mendapat pemahaman tentang indikator, teknis penilaian, tata cara pengisian data pada website Desa Hebat, serta kiat-kiat agar mampu meraih predikat Purwa, Madya, atau Wisesa.

‘’Desa wajib menerapkan strategi perubahan dalam kurun empat bulan terakhir sehingga menunjukkan progres yang signifikan. Laporan perkembangan desa akan diterima Bupati secara rutin setiap minggu,’’ kata Kabid Program Kegiatan Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat serta Sosial Budaya di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Ponorogo, Sopan Nugroho seperti dalam siaran tertulisnya pemkab Ponorogo, Rabu (27/82025).

Sosialisasi Desa Hebat dimulai dari Kecamatan Ngrayun, Babadan, dan Kecamatan Bungkal. Sopan Nugroho kembali menegaskan bahwa Desa Hebat bukan sekadar lomba, melainkan tolok ukur pembangunan di desa. Pemerintah desa perlu segera melakukan update data melalui aplikasi Desa Hebat yang meliputi delapan indikator dengan 32 parameter. ‘’Kalau muncul kendala kelengkapan dokumen, tetap masukkan data sesuai kondisi riil. Tim verifikator kabupaten yang akan mengevaluasi,’’ jelasnya.

Menunggu desa-desa melengkapi data, tim penilai yang beranggotakan gabungan dari sejumlah perangkat daerah bakal melakukan verifikasi administrasi. Dari serangkaian proses itu, bakal ditentukan 20 desa nomonator penerima anugerah Desa Hebat yang kemudian akan dilakukan verifikasi lapangan. Hasil akhir akan diumumkan pada akhir tahun dengan tingkatan anugerah Desa Hebat Purwa, Desa Hebat Madya, dan Desa Hebat Wisesa. Tersedia total hadiah senilai Rp 1 miliar, selain dana fasilitasi kecamatan dan insentif desa.

Masih kata Sopan Nugroho, indikator penilaian Desa Hebat meliputi infrastruktur, tata kelola pemerintahan, pertumbuhan ekonomi, kesehatan dan pendidikan masyarakat, transformasi digital, inovasi pangan, ketahanan pangan, serta pengembangan budaya dan pariwisata. Ratusan desa di Ponorogo bakal terpacu melakukan inovasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan serempak dan berkelanjutan. ‘’Ini gerakan bersama agar desa menghadirkan pelayanan terbaik, perencanaan berbasis data, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya. (yan/hjr)

close
Pasang Iklan Disini