Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Ganti Nama Jadi BAHANA, Ini Sejarah Bakti Sosial Terpadu (BST) Madiun

BERKAH News24 - Tahun 2025 menjadi tahun terakhir pelaksanaan Bhakti Sosial Terpadu (BST) di Kabupaten Madiun. 

Pada tahun 2026 ini, Pemkab Madiun mengubah nama BST menjadi Bhakti Harmoni Madiun Bersahaja (BAHANA).

dok. Pelaksanaan BST di Kabupaten Madiun


BST adalah kegiatan sosial  Pemerintah Kabupaten Madiun yang dilaksanakan di Desa-desa secara bergiliran, dan periodik. 

Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan BST. Mulai dari penyaluran bantuan sosial, hingga bantuan fisik maupun non fisik.  BST juga sebagai sarana silaturahmi langsung jajaran Pemkab Madiun untuk lebih dekat dengan masyarakat.

Sejarahnya, kegiatan Bakti Sosial Terpadu (BST) Kabupaten Madiun lahir atas inisiasi Bupati Madiun periode 1998-2003 dan 2003-2008 , Djunaedi Mahendra. 

Kala itu, Bupati Djunaedi bersama wakil Bupati Madiun Muhtarom, ingin memperoleh informasi permasalahan masyarakat secara langsung. Hingga Bupati Djunaedi melakukan "penyamaran" untuk bisa langsung berbaur dengan masyarakat.

Kemudian,program BST kembali dilanjutkan pada dua periode kepemimpinan Bupati Madiun Muhtarom dan Wakil Bupati Madiun Iswanto, pada tahun 2008 hingga tahun 2018, dengan mengajak seluruh oerganisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Madiun turun langsung ke masyarakat.

Pada periode kepemimpinan Bupati Ahmad Dawami Ragil Saputro bersama Wakil Bupati Hari Wuryanto (2018 - 2023) BST semakin eksis dan menjadi agenda rutin Pemkab Madiun. Hingga pada masa transisi bersama Pejabat (Pj) Bupati Madiun Tontro Pahlawanto, BST masih terus dilaksanakan.

Kemudian pada tahun pertama pemerintahan Bupati Madiun Hari Wuryanto, bersama Wakil Bupati Madiun dr Purnomo Hadi, BST masih dilaksanakan dengan terakhir kegiatan mengambil lokasi di Desa Muneng Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun.

Dan pada tahun 2026 ini, nama BST sudah tidak digunakan kembali. Pemkab Madiun menggunakan istilah Bhakti Harmoni Madiun Bersahaja (BAHANA).

Program BAHANA Kabupaten Madiun, sebelumnya telah disampaikan Bupati Madiun saat memberikan paparan rencana aksi (renasi) saat hari terakhir Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) angkatan II tahun 2025, di hadapan tim penilai Kemendagri di ruang coaching IV BPSDM, Selasa (18/11/2025).

Saat itu Bupati Madiun didampingi Kepala Bapperida Kabupaten Madiun, Sodik Hery Purnomo dan Kabag Pemerintahan Setda Kab. Madiun.

Dari informasi yang dihimpun, Pemkab Madiun telah menyusun 11 titik desa untuk pelaksanaan BAHANA 2026.

(diolah dari berbagai sumber)

close
Pasang Iklan Disini