BERKAH News24 – Pemerintah Kabupaten Madiun terus berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur jalan demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, didampingi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Bagian terkait, menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap enam proyek pekerjaan konstruksi tahun anggaran 2026.
Ditemui seusai peninjauan, Wabup Purnomo Hadi menyampaikan apresiasi dan rasa puasnya atas capaian pengerjaan di lapangan. Meski masa kontrak berakhir pada Desember mendatang, progres pekerjaan secara keseluruhan sudah mendekati tuntas.
"Setelah kami lakukan monev, Alhamdulillah hampir semuanya berjalan luar biasa. Yang sebenarnya akhir masa kontraknya di bulan Desember, ini sudah mendekati rampung—ada yang mencapai 97% dan 94%," ungkap Wabup.
Kendati progres fisik berjalan cepat dan berkualitas, Wabup menekankan pentingnya menjaga daya tahan dan maintenance jalan pascakonstruksi. Air tergenang dan tempat yang terlalu teduh menjadi musuh utama ketahanan aspal.
"Salah satu kelemahan aspal adalah air dan teduh. Makanya kalau ada pohon yang dahannya menjorok ke bahu jalan, tolong dilakukan perapian. Kami juga meminta kepada pemangku wilayah seperti Kepala Desa, Kepala Dusun, hingga RT untuk memperhatikan kebersihan selokan agar saat hujan air tidak meluap ke jalan," tegasnya.
Ia menegaskan bahwa jajaran pimpinan daerah sangat menaruh perhatian pada infrastruktur jalan. Namun, keawetan jalan juga memerlukan sinergi dari seluruh lapisan masyarakat.
"Prinsipnya, saya dengan Pak Bupati sangat interest terhadap jalan-jalan di Kabupaten Madiun. Tapi semua pemangku wilayah dan masyarakat harus bareng-bareng menjaga maintenance supaya jalan tetap awet, sehingga penggunanya nyaman, selamat, dan aman," tambahnya.
Wabup memaparkan bahwa dari total panjang jalan Kabupaten Madiun yang mencapai 1.100 km, sebanyak 72% di antaranya berada dalam kondisi "jalan mantap" (kerusakan ringan hingga baik). Enam proyek yang ditinjau tersebut merupakan upaya pemeliharaan (maintenance) melalui metode lapen dan penebalan aspal guna mempertahankan kualitas jalan mantap tersebut.
Sementara itu, untuk 28% sisa jalan yang masuk kategori non-mantap, Pemerintah Kabupaten Madiun telah menyiapkan langkah taktis.
"Untuk yang 28%, Bapak Bupati akan mengeluarkan kebijakan, salah satunya insyaallah preservasi jalan. Mohon doanya agar seluruh jalan di Kabupaten Madiun semakin baik dan nyaman. Selain mengandalkan Tim Reaksi Cepat, kami berharap masyarakat dan pemangku wilayah punya tanggung jawab moral bersama untuk menjaga jalan-jalan kita," tutup Wabup.(as/BN24)







