Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Dua Rumah Warga di Saradan Madiun Ludes Terbakar dalam Waktu Berdekatan, Kerugian Capai Rp160 Juta

BERKAH News24 — Dua rumah warga di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, mengalami musibah kebakaran dalam waktu yang berdekatan pada Minggu (8/11/2026). Ironisnya, kedua peristiwa tersebut sama-sama menghanguskan bagian dapur dan terjadi hanya berselang sekitar 30 menit.

Berdasarkan data yang dihimpun, dua rumah yang menjadi korban masing-masing milik Suparman, warga Desa Sambirejo, dan Febrianto Dwi Cahyanto, warga Desa Sumbersari. Akibat kejadian ini, bangunan dapur, perabotan rumah tangga, hingga sejumlah gabah milik korban hangus dilalap si jago merah.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Satpol PP Kabupaten Madiun, Andy Koerniawan, membenarkan adanya dua kejadian kebakaran di wilayah hukumnya tersebut.

"Benar, pada Minggu (8/11/2026) terjadi dua kebakaran rumah di wilayah Kecamatan Saradan. Lokasinya berbeda, yakni di Desa Sambirejo dan Desa Sumbersari," ujar Andy.

Peristiwa pertama melanda rumah Suparman yang berlokasi di RT 05/RW 02, Desa Sambirejo. Api pertama kali diketahui muncul sekitar pukul 12.35 WIB. Tujuh menit berselang, laporan warga diterima oleh petugas pemadam kebakaran.

Petugas Damkar Kabupaten Madiun langsung menerjunkan dua unit mobil pemadam, yakni unit suplai dan Fuso Pos 1, pada pukul 12.44 WIB. Armada tiba di lokasi pukul 12.58 WIB dan langsung berjibaku memadamkan api.

Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 13.25 WIB. Dari hasil pendataan, bagian dapur beserta perabotan rumah tangga milik korban ludes terbakar. Kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik, dengan taksiran kerugian materi mencapai Rp50 juta.

Belum sepenuhnya penanganan di lokasi pertama rampung, petugas kembali menerima laporan kejadian serupa. Kali ini, api membakar dapur rumah Febrianto Dwi Cahyanto di Dusun Kenep, RT 15/RW 04, Desa Sumbersari.

Kebakaran kedua ini terpantau sekitar pukul 13.05 WIB. Laporan diterima petugas pada pukul 13.21 WIB, dan enam menit kemudian dua unit mobil pemadam kembali diberangkatkan menuju lokasi.

Proses pemadaman di lokasi kedua membutuhkan waktu lebih lama karena api juga melahap lima sak gabah milik korban. Penanganan baru dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 15.25 WIB. Berdasarkan penyelidikan sementara, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran jerami yang merembet ke bangunan dapur. Akibat kejadian ini, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp110 juta.

Andy memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kedua peristiwa beruntun tersebut. Total kerugian dari kedua kejadian ditaksir menyentuh angka Rp160 juta.

Dalam proses pemadaman, petugas Damkar Kabupaten Madiun turut dibantu oleh personel BPBD Kabupaten Madiun, anggota Polsek Saradan, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas setempat.

Mengantisipasi kejadian serupa, Andy mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik dari instalasi listrik maupun aktivitas pembakaran terbuka.

"Pastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman. Kalau membakar jerami atau sampah, jangan ditinggalkan begitu saja karena api bisa merembet ke bangunan di sekitarnya," pesan Andy.(as/BN24)

close
Pasang Iklan Disini