Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Pemkab Madiun Lepas 11 Mahasiswa Tim Ekspedisi Patriot ke Kawasan Transmigrasi

BERKAH News24 — Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggelar Pembekalan dan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot di Ruang Rapat IT, Pusat Pemerintahan (Puspem) Caruban, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Madiun Dr. Purnomo Hadi, perwakilan Disnaker Provinsi Jawa Timur, Kepala Disnaker Kabupaten Madiun, para pimpinan perguruan tinggi, camat, kepala desa, serta para peserta Tim Ekspedisi Patriot.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Madiun menegaskan bahwa Program Transmigrasi Patriot merupakan langkah strategis nasional dalam mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Program ini berlandaskan UUD 1945, UU No. 29 Tahun 2009 tentang Ketransmigrasian, UU No. 6 Tahun 2023 (Cipta Kerja), serta arah RPJMN dan kebijakan Kementerian Transmigrasi.

Pemkab Madiun berkomitmen penuh menyiapkan SDM yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing melalui pembinaan, pendampingan, serta penguatan sinergi agar para peserta mampu menjadi pelopor pembangunan di kawasan penugasan.

Kepala Disnaker Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, memaparkan bahwa sebanyak 11 putra-putri terbaik dari Kabupaten Madiun berhasil lolos dan tergabung dalam program ini. Para peserta berasal dari Universitas Airlangga (Unair) 5 orang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 3 orang, Universitas Brawijaya (UB) 2 orang, Universitas Gadjah Mada (UGM) 1 orang.

Seluruh peserta dijadwalkan bertolak ke lokasi penugasan untuk menjalankan misi pengabdian selama 4 bulan.

Ke-11 peserta tersebut akan diterjunkan di enam kawasan transmigrasi yang didominasi wilayah Indonesia Timur.

"Penempatan sebagian besar berada di Papua. Mereka ditugaskan dari Kementerian selama empat bulan dan wajib menyusun laporan penugasan. Kita patut bangga atas 11 duta daerah ini dan wajib memberikan dukungan moral agar mereka sukses membawa nama baik Kabupaten Madiun," ujar Arik Krisdiananto.

Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi menjelaskan bahwa fokus penugasan tahun ini didominasi wilayah Papua/Irian. Para mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu akademisnya untuk mendampingi serta mengedukasi masyarakat transmigran lokal.

"Anak-anak kita dikirim untuk mengaplikasikan potensi yang ada di sana, mengajari transmigran lokal agar mampu mengelola dan meningkatkan potensi sumber daya alam setempat, sehingga taraf hidup dan kesejahteraan mereka bisa meningkat," ungkap Wabup.

Di akhir penyampaiannya, Wabup Madiun menitipkan pesan agar para peserta senantiasa menjaga kesehatan, keselamatan, dan integritas selama menjalankan tugas di lapangan.(as/BN24)

close
Pasang Iklan Disini