Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Luncurkan Mobil Rontgen Keliling, Bupati Madiun Targetkan Kabupaten Madiun Bebas TBC pada 2028

BERKAH News24 — Pemerintah Kabupaten Madiun resmi meluncurkan fasilitas layanan Mobil Rontgen Keliling untuk pemeriksaan paru-paru secara cuma-cuma bagi masyarakat. 

Peluncuran armada medis ini menjadi salah satu gebrakan utama dalam agenda Bakti Harmoni Madiun Bersahaja (Bahana Bersahaja) putaran keenam yang berlangsung di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun, Selasa - Rabu (21-22 / 7 / 2026).

Kehadiran Mobil Rontgen keliling ini membawa angin segar bagi percepatan penanganan kasus Tuberkulosis (TBC) di wilayah Kabupaten Madiun.

Ditemui usai meninjau pengoperasian armada baru tersebut, Bupati Madiun Hari Wuryanto mengungkapkan optimismenya. Pihaknya menargetkan Kabupaten Madiun dapat terbebas dari ancaman TBC dua tahun lebih cepat dari target yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

“Ini alhamdulillah, kita baru meresmikan mobil keliling cek paru. Harapan kami, betul-betul diawali dari Desa Dempelan ini nanti kita bisa menyegerakan evaluasi penanganan TBC. Kami berharap tidak usah menunggu tahun 2030, tapi kami targetkan 2028 sudah selesai,” tegas Hari Wuryanto, Rabu (22/7/2026).

Meskipun secara nasional penanggulangan TBC dipatok tuntas pada tahun 2030, Bupati optimistis keberadaan kendaraan rontgen keliling ini dapat memangkas waktu pengerjaan skrining hingga ke pelosok-pelosok desa secara masif.

Ketika ditanya mengenai efektivitas operasional armada rontgen keliling tersebut di lapangan, Bupati Hari Wuryanto menegaskan bahwa inovasi ini sangat efektif dan efisien dari segi jangkauan maupun beban ekonomi warga.

“Bukan sekadar efektif, tapi efektif sekali! Kalau kita datang langsung seperti ini, masyarakat Desa Dempelan tidak butuh biaya, mereka tinggal hadir saja. Paling cuma butuh energi sambil jalan-jalan ke lokasi,” lanjutnya.

Ia menggambarkan, jika warga harus melakukan pemeriksaan rontgen secara mandiri ke rumah sakit atau ke daerah luar seperti Ngawi, ada banyak ongkos dan risiko yang harus ditanggung.

“Kalau rontgen ke rumah sakit luar daerah, ada biayanya, belum lagi risiko di jalan, terus mampir ke warung, kan ada biayanya semua. Kalau di sini (layanan keliling), wis betul-betul efisien,” tambah Bupati.

Melalui kemudahan akses dan pembebasan biaya ini, Pemkab Madiun berharap kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini kesehatan paru-paru semakin meningkat, sekaligus meruntuhkan keterbatasan akses geografis maupun finansial di tingkat desa.(as/BN24)

close
Pasang Iklan Disini