Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Deteksi TBC, Pemkab Madiun Siapkan Mobil Rontgen Rp2 Miliar

BERKAH News24 – Pemerintah Kabupaten Madiun terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penguatan kapasitas kader Posyandu.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa para kader merupakan garda terdepan dalam mewujudkan visi Kabupaten Madiun yang bersih, sehat dan sejahtera.

Bupati Hari Wuryanto menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas 6.479 kader Posyandu di wilayahnya sangat krusial untuk deteksi dini kesehatan masyarakat. 

Untuk itu Pemkab Madiun akan membekali para kader dengan pengetahuan teknis agar mampu menangani keluhan kesehatan sejak awal.

Tak hanya peningkatan kemampuan (skill), Pemkab Madiun juga memastikan dukungan sarana prasarana yang memadai. Seluruh perlengkapan Posyandu kini diarahkan menggunakan teknologi digital.

"Kami akan support mulai dari timbangan yang sudah digital semua, alat tensi, hingga alat cek gula darah, kolesterol, dan asam urat. Tujuannya agar deteksi dini segera teratasi," ujar Bupati Hari Wuryanto, Kamis (23/4/2026).

Bupati juga memberikan angin segar terkait kesejahteraan para kader yang selama ini bekerja dengan ikhlas.

"Kesejahteraannya juga kami pikirkan," tambahnya.

Sementara itu, Kabupaten Madiun saat ini menduduki peringkat ketujuh dengan penanganan stunting terbaik se-Jawa Timur. 

Namun, Bupati mengakui masih ada pekerjaan rumah (PR) di wilayah Kecamatan Saradan dan Pilangkenceng yang akan menjadi fokus ke depan.

Selain stunting, target besar lainnya adalah mencapai Zero TBC pada tahun 2030. 

Sebagai langkah konkret, Pemkab Madiun berencana melakukan pengadaan satu unit mobil rontgen canggih pada bulan depan.

"Insyaallah bulan depan kita belikan (mobil rontgen). Harganya sekitar Rp2 miliar. Ini jauh lebih akurat dibanding pemeriksaan dahak yang terkadang sulit dilakukan. Dengan mobil ini, kita akan lakukan sistem jemput bola ke desa-desa," jelas Bupati.

Implementasi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) menjadi tantangan baru bagi para kader.

Berbeda dengan model lama yang memisahkan layanan antara balita, lansia, dan dewasa, kini seluruh layanan kesehatan terintegrasi dalam satu wadah.

"Karena ini program baru, layanannya jadi satu dan petugasnya lebih banyak. Semua terintegrasi dengan Puskesmas. Jika ada masyarakat yang butuh penanganan lanjut, tinggal kita rujuk dari sana," tutupnya.

Dengan adanya inovasi mobil rontgen dan penguatan Posyandu ILP, Pemkab Madiun berharap masyarakat dapat merasakan akses kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan mudah dijangkau tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit.(as/BN24)

close
Pasang Iklan Disini