BERKAH News24 - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kominfo Jatim meninjau area blank spot di wilayah Muncar, Banyuwangi, Sabtu (13/9/2025). Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas keluhan sinyal di perairan Teluk Biru yang selama ini menjadi salah satu titik penting aktivitas nelayan di pesisir Banyuwangi.
Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menyampaikan apresiasi atas teratasinya keluhan nelayan terkait jaringan komunikasi. “Alhamdulillah, menindaklanjuti arahan Ibu Gubernur, keluhan sinyal di perairan Teluk Biru Banyuwangi kini teratasi. Nelayan dapat berkomunikasi lancar hingga tengah laut, baik melalui chat, panggilan suara, maupun video call,” ujarnya.
Sherlita menambahkan, perbaikan jaringan ini juga berdampak pada keberlangsungan usaha nelayan di kawasan tersebut. “Hal ini sekaligus mendukung pemantauan posisi kapal dengan dukungan teknis dari Bali, sehingga kelancaran operasi nelayan dapat terjaga,” imbuhnya.
Kunjungan tersebut juga dilaksanakan ke Kelompok Perikanan “KUB Sumber Berlian”, untuk memastikan secara langsung bahwa sinyal benar-benar sudah bisa dinikmati oleh para nelayan. Kehadiran tim di lapangan sekaligus menjadi bukti bahwa upaya peningkatan jaringan komunikasi memang memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya dari hasil laut.
Keberadaan sinyal komunikasi menjadi kebutuhan vital bagi ribuan nelayan di Teluk Biru. Selain untuk berkomunikasi dengan keluarga, sinyal juga diperlukan dalam menjalankan sistem pemantauan posisi kapal. Hal ini penting karena di kawasan tersebut terdapat 97 bagan apung penangkap teri dan cumi dengan lampu, yang melibatkan sedikitnya 13.102 nelayan. Dengan adanya jaringan yang stabil, para nelayan bisa memantau posisi kapal secara real time, sehingga aspek keamanan dan keselamatan kerja di laut lebih terjamin.
Di samping itu, dukungan teknis dari Bali memiliki peran penting dalam memastikan konektivitas berjalan optimal. Jarak Teluk Biru yang sekitar 25 kilometer dari Pulau Bali membuat peningkatan kualitas jaringan harus dilakukan dari kedua sisi. Tanpa sinyal yang kuat, aktivitas penangkapan ikan berisiko terganggu karena nelayan tidak bisa berkoordinasi dengan baik maupun melaporkan kondisi darurat.
Menanggapi kebutuhan tersebut, Telkomsel melakukan langkah cepat dengan peningkatan jaringan di kawasan Teluk Biru dan Alas Purwo, Banyuwangi. Upaya ini meliputi pemasangan L900 serta penggantian antena HGA pada site NGA144 di Bali untuk memperkuat jangkauan sinyal hingga ke tengah laut. Perbaikan ini menjadi bukti kolaborasi lintas wilayah dalam mendukung mata pencaharian masyarakat pesisir.
Dengan adanya peningkatan tersebut, nelayan di Teluk Biru kini tidak hanya dapat mengakses layanan dasar komunikasi, tetapi juga bisa memanfaatkan layanan data seperti WhatsApp, panggilan suara, hingga panggilan video. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi para nelayan untuk lebih terhubung dengan pasar, mempercepat distribusi hasil tangkapan, dan meningkatkan produktivitas.
Selain itu, komunikasi yang lancar juga berdampak positif pada aspek keselamatan kerja. Nelayan yang berada di tengah laut dapat segera melaporkan kondisi cuaca ekstrem, kecelakaan, atau kebutuhan bantuan lainnya secara cepat. Dengan demikian, perbaikan jaringan di Teluk Biru tidak hanya sekadar soal teknologi, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup dan keamanan ribuan nelayan beserta keluarganya. (byu/hjr)












