Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Tembus 7,48 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Madiun Melaju Pesat di Semester I 2026

BERKAHNews24— Pemerintah Kabupaten Madiun mencatatkan performa ekonomi yang positif sepanjang tahun 2026. Laju pertumbuhan ekonomi daerah berhasil menembus angka 7,48 persen pada semester I, disokong oleh realisasi investasi yang amat signifikan hingga mencapai lebih dari 90 persen dari target tahunan per September 2026.

Capaian strategis tersebut dipaparkan secara resmi dalam forum penguatan kemitraan pers yang digelar di Auditorium Royal Darmo, Yogyakarta, Kamis (5/11/2026).

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan bahwa tren positif ini tak lepas dari penguatan infrastruktur pendukung di daerah, khususnya optimasi konektivitas akses tol serta tingginya alokasi belanja jalan daerah yang porsinya menyentuh 89,05 persen.

Sebagai bentuk komitmen menjaga iklim usaha sekaligus menyerap tenaga kerja lokal, Pemkab Madiun juga telah mencadangkan 13 persen tata ruang wilayah khusus untuk pengembangan sektor industri dan UMKM.

"Langkah ini disiapkan untuk menyerap potensi sekitar 3.000 lulusan sekolah menengah kejuruan dan atas setiap tahunnya. Kami juga menjalin kolaborasi pendidikan vokasi bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) yang membuka lima program studi di Madiun," ujar Hari.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, menggarisbawahi bahwa pesatnya laju investasi ini berbanding lurus dengan keberhasilan pemerintah daerah dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Madiun hingga berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur.

Keberhasilan pembangunan tersebut berlandaskan pada lima pilar utama, yaitu: Pengentasan pengangguran, Penanggulangan kemiskinan,Peningkatan kualitas layanan kesehatan, Pemenuhan akses pendidikan, Penyediaan standar hidup layak bagi masyarakat

Demi menjamin kesinambungan program pembangunan menuju visi "Madiun Bersahaja" (Bersih, Sehat, dan Sejahtera), Pemkab Madiun menerapkan skema "pentahelix" yang menyinergikan lima elemen penting: birokrasi, pelaku industri, akademisi, masyarakat, serta media massa.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Madiun, Suntoko, menegaskan bahwa peran awak media sangat vital bagi pemerintah daerah, bukan hanya sekadar sarana publikasi.

"Kami memposisikan rekan-rekan pers sebagai mitra kritis sekaligus benteng penyaring kabar bohong demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan," pungkas Suntoko.(as/BN24)

close
Pasang Iklan Disini