BERKAH News24 — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mencatat Kota Madiun mengalami inflasi secara bulanan (month-to-month) sebesar 0,27 persen pada September 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,46.
Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Azis, mengungkapkan bahwa kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang dominan terhadap inflasi bulanan tersebut. Kelompok ini mengalami kenaikan harga sebesar 0,66 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,18 persen.
"Komoditas cabai rawit mengalami inflasi sebesar 22,37 persen, sehingga memberikan andil inflasi terbesar yaitu 0,09 persen," jelas Azis.
Laju inflasi bulanan September 2026 ini tercatat lebih tinggi dibandingkan September 2025 yang berada di angka 0,03 persen, maupun September 2024 yang justru mengalami deflasi sebesar 0,14 persen.
Secara regional, inflasi bulanan Kota Madiun juga melampaui rata-rata inflasi gabungan 11 Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang tercatat sebesar 0,24 persen.
BPS Kota Madiun turut mencatat inflasi tahun kalender (year-to-date) per September 2026 berada di angka 2,34 persen. Sementara itu, inflasi tahun ke tahun (year-on-year) mencapai 3,66 persen. Kedua angka ini mencatatkan tingkat inflasi tertinggi untuk periode September dalam tiga tahun terakhir.(as/BN24)






