Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Cuaca Ekstrem Ancam Lumbung Pangan Jatim, Wakil Ketua DPRD Harap Pemprov Koordinasi dengan Pemkab/Pemkot

BERKAH News24 - Wakil Ketua DPRD Jatim, Sri Wahyuni, mengingatkan pada Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mengantisipasi gangguan cuaca ekstrem. Terutama di daerah penghasil pangan seperti Bojonegoro. 

“Bojonegoro memiliki posisi strategis sebagai lumbung energi dan pangan. Ketika cuaca ekstrem terjadi, dampaknya bisa sangat luas, mulai dari produksi pertanian hingga aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya. 

Bojonegoro sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Timur memiliki peran penting dalam pasokan pangan di Jawa Timur. Produksi gabah kering giling (GKG) dari kabupaten ini tercatat sebanyak 886 ribu ton pada 2025. 

Tentunya, bila stabilitas cuaca terganggu akan memengaruhi produksi pangan. Karena itu, pemerintah daerah maupun provinsi harus mengantisipasi sedini mungkin. 

Kekeringan panjang atau banjir akibat hujan deras tentu akan mengganggu siklus tanam petani.

“Langkah antisipatif harus diperkuat, jangan sampai kita hanya bersikap reaktif setelah terjadi bencana. Perlindungan terhadap petani dan keberlanjutan sektor energi harus berjalan beriringan,” katanya. 

Sri Wahyuni juga meminta perhatian terhadap infrastruktur sebagai penunjang pertanian agar terus diperhatikan. 

"Bisa melalui penguatan sistem peringatan dini, normalisasi sungai, hingga perbaikan infrastruktur irigasi," ungkapnya. 

Selain itu, politikus fraksi Partai Demokrat tersebut mendorong agar ada pendampingan kepada petani. Hal ini penting agar produksi lahan tetap bisa maksimal. Salah satunya penggunaan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem. 

Pihaknya berharap langkah ini bisa meningkatkan produksi pangan di Bojonegoro. Berdasarkan data pemkab setempat, produksi padi wilayah ini trend cukup bagus. 

Pada 2025 produksi GKG meningkat 24,7 persen dibanding tahun sebelumnya. (pca/s)


close
Pasang Iklan Disini