BERKAH News24 - Direktur Jenderal (Dirjen) Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa peran humas menjadi semakin krusial di tengah disrupsi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang kian masif. Karena di era digital dengan perkembangan AI tersebut dapat membuat semakin banyak hoaks bermunculan.
Hal itu disampaikan Fifi saat memberikan sambutan pada Konvensi Humas Indonesia 2025 bertema “Inovasi Bersama untuk Indonesia Berdaya Saing Global” yang digelar PERHUMAS di Surabaya.
“Teknologi boleh cepat, tetapi manusialah yang memberi sentuhan dan arah. AI membantu, namun unsur manusia tetap menjadi komponen yang sangat penting. Oleh karenanya humas memegang peran kunci bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi sebagai penafsir kebijakan, penjaga etika, dan kurator kepercayaan publik,” ujar Fifi.
Menurutnya, teknologi yang bergerak cepat tetap membutuhkan sentuhan manusia untuk menjaga empati, etika, dan kepercayaan publik.
Sebelumnya, Fifi terlebih dahulu menyampaikan duka dan simpati mendalam atas bencana yang terjadi di Pulau Sumatera.
Fifi menekankan bahwa dalam situasi krisis, komunikasi yang cepat, jelas, dan empatik tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya penyelamatan nyawa.
“Koordinasi komunikasi yang baik menentukan arah evakuasi, menghindarkan kepanikan, sekaligus menjaga masyarakat tetap terhubung dengan bantuan,” katanya.
Fifi membandingkan dinamika pemberitaan 15 tahun lalu dengan kondisi saat ini, di mana isu dapat muncul dan viral kapan saja seiring bergeraknya algoritma dan kemudahan produksi konten berbasis teknologi.
Meski demikian, Dia menegaskan bahwa hanya manusia yang mampu mengelola persepsi publik dengan kearifan dan empati.
"Jadi tetap unsur manusia ini sungguh sangat penting AI bisa membantu mencari data Tapi hanya kita yang bisa memberikan rasa atau empati. Mesin bisa memproduksi konten, tapi hanya kita yang bisa mengelola persepsi publik dengan penuh kearifan," ucapnya.
Pemerintah, lanjut Fifi, terus membangun fondasi agar inovasi digital tumbuh secara sehat dan bertanggung jawab. Upaya tersebut meliputi pemerataan infrastruktur digital, penguatan regulasi dan etika teknologi, termasuk penyusunan pedoman etika kecerdasan buatan, serta peningkatan talenta digital melalui literasi dan pelatihan profesional.
“Tujuannya agar inovasi tetap manusiawi dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Fifi, sebaik apa pun fondasi yang dibangun pemerintah, tetap dibutuhkan pihak yang mampu menghidupkan percakapan publik.
"Jadikan teknologi sebagai alat bantu yang memperkuat kapasitas kita. Yang terpenting bangun komunikasi yang jernih empatif dan solutif terutama dalam situasi krisis. Jika kita ingin Indonesia benar-benar berdaya saing global kita harus membangunnya bersama," pungkasnya.
Diketahui, Konvensi Humas 2025 ini dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi oleh Fifi, Ketua PERHUMAS Pusat Boy Kelana Soebroto, dan Ketua PERHUMAS Surabaya, Suko Widodo.(vin/s)












