Ticker

10/recent/ticker-posts

Ad Code

Klik Disini

Pemprov Jatim Raih Penghargaan Anugerah Bakti Nusantara 2025

BERKAH News24 - Pemerintah Provinsi Jawa Timur berhasil meraih penghargaan Anugerah Bakti Nusantara (ABN) 2025 untuk kategori Bidang Pembangunan Daerah Pembangunan Sosial dan Pemerataan Pendidikan. 

Penghargaan ini diserahkan pada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang diwakilkan oleh Kepala Dinas Kominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin, pada acara puncak ABN 2025 yang berlangsung di Nusantara Ballroom Jakarta, Jumat (28/11).

Penghargaan tersebut diberikan karena Jatim dinilai konsistensi dalam pembangunan sosial dan pendidikan yang merata serta inovasi layanan publik yang efektif menjangkau berbagai kelompok masyarakat.

Gubernur Khofifah menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh perangkat daerah dan masyarakat Jawa Timur.

“Penghargaan ini merupakan pengakuan nasional atas kerja keras kita semua dalam memperkuat pembangunan sosial sekaligus ikhtiar kita dalam memastikan akses pendidikan yang semakin inklusif dan merata bagi seluruh masyarakat di bumi Majapahit," kata Khofifah, Sabtu (29/11).

Dari segi pendidikan, sepanjang tahun 2025, Jatim menorehkan rekam jejak gemilang di berbagai ajang nasional. Jatim kembali menjadi Juara Umum O2SN 2025 dan FLS3N 2025, menegaskan konsistensi prestasi akademik dan non-akademik siswa.  

Pada tingkat vokasi, siswa Jatim juga tampil sebagai Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK 2025. Kreativitas pelajar Jatim berbuah prestasi di FIKSI Nasional 2025, sementara inovasi riset mereka kembali mengantarkan Jatim menjadi yang terbaik pada OPSI Nasional 2025. 

Sementara untuk jalur akademik kediterimaan di perguruan tinggi, Jatim mempertahankan posisinya sebagai provinsi dengan jumlah penerimaan perguruan tinggi negeri terbanyak melalui jalur SNBP. 

Sebanyak 27.994 siswa Jatim lolos SNBP 2025, menjadikan Jatim provinsi dengan penerimaan tertinggi nasional selama enam tahun berturut-turut. 

“Capaian sebesar ini tidak mungkin terwujud tanpa peran penuh guru BK, guru mata pelajaran, pembina ekstrakurikuler, serta seluruh ekosistem sekolah yang menyiapkan siswa sejak awal,” ucapnya

“Setiap capaian pendidikan Jawa Timur selalu berpulang pada sosok guru yang hebat, membuat para siswa dan Jatim kuat Terimakasih dan salam hormar untuk semua guru di seluruh penjuru Jatim,” tambahnya.

Tak hanya itu saja, dari postur anggaran, Pemprov Jatim mengalokasikan Rp 9,9 triliun untuk sektor pendidikan, atau setara 32,8 persen dari total APBD 2025. Anggaran tersebut menjadi salah satu porsi pendidikan terbesar di Indonesia pada tahun berjalan.

“Proporsi anggaran yang begitu besar menunjukkan betapa seriusnya Pemprov Jatim menjadikan pendidikan sebagai prioritas strategis,” katanya.

Khusus untuk program sosial, Pemprov Jatim melalui Dinas Sosial di tahun 2025 menyalurkan Rp 115 miliar untuk 60.000 lansia lewat Program Keluarga Harapan (PKH) Plus. Masing-masing lansua penerima manfaat mendapatkan Rp 2 juta yang diberikan dalam empat tahap, setiap tahapnya Rp 500 ribu. Program PKH Plus merupakan bantuan tunai khusus bagi lansia berusia 70 tahun ke atas yang termasuk dalam keluarga penerima manfaat PKH.

Tak hanya itu saja, anggaran program penghapusan kemiskinan ekstrim tahun 2025 juga mencapai Rp 49,5 miliar menyasar 33.000 penerima manfaat. Dalam bantuan ini setiap penerima manfaat menerima Rp 1,5 juta sebagai bantuan modal pengembangan usaha.

Selain itu Program Kewirausahaan Inklusif Produktif Perempuan Tangguh Mandiri Jawa Timur Sejahtera (KIP Putri Jawara) turut diperluas untuk mendukung pemberdayaan perempuan. Dari 1.610 KPM kini ditambah 1.980 KPM di 12 kabupaten/kota dengan anggaran tambahan Rp 5,94 miliar. Total penerima menjadi 3.590 KPM dengan total anggaran Rp10,77 miliar. Masing-masing memperoleh bantuan usaha produktif senilai Rp 3 juta.

Pemprov Jatim juga menambah bantuan alat bantu mobilitas bagi penyandang disabilitas. Dari 910 penerima, kini bertambah 1.158 penerima dengan alokasi tambahan Rp5,45 miliar. Total anggaran menjadi Rp 9,78 miliar untuk 2.068 penerima manfaat.

Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), juga dialokasikan Rp1,8 miliar dengan jumlah 1.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 26 kabupaten/kota. Setiap KPM menerima Rp 3,6 juta per tahun yang dicairkan per triwulan senilai Rp 900 ribu.

"Negara harus hadir nyata dengan jaring pengaman sosial yang inklusif, agar tidak ada satu pun warga yang tertinggal," katanya.

Ia menambahkan, berbagai program inovatif yang dikembangkan terbukti memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan publik.

Salah satu inovasi yang mendapat sorotan dalam penilaian ABN adalah Trans Jatim-Ajaib 2.0, layanan transportasi publik berbasis digital yang memungkinkan masyarakat memantau posisi kendaraan, kapasitas penumpang, dan informasi layanan secara real-time.

Program ini dinilai berhasil meningkatkan efisiensi perjalanan dan memperluas akses layanan mobilitas, terutama bagi warga di kawasan perkotaan dan daerah penyangga di sekitar Jawa Timur.

Pemprov Jatim juga memperoleh apresiasi berkat inovasi berbasis kearifan lokal seperti Kopi Perikanan, program pemberdayaan masyarakat yang berhasil menggabungkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam satu model pembangunan terpadu.

Program-program tersebut memperlihatkan bahwa Jawa Timur mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga melibatkan pemberdayaan masyarakat pada sektor-sektor strategis non-digital.

"Semua inovasi yang kami dorong memiliki satu tujuan utama yaitu pemerataan. Baik inovasi sosial maupun pendidikan harus memastikan bahwa layanan publik hadir secara adil, dari Madura sampai Tapal Kuda, dari kawasan Mataraman hingga Banyuwangi," pungkasnya.

Ia juga berpesan, bahwa seluruh capaian dan penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan energi baru bagi Jawa Timur untuk terus memperkuat inovasi yang berpihak pada masyarakat. 

Menurutnya tantangan ke depan akan semakin kompleks, sehingga pemerintah daerah harus mampu bergerak lebih cepat, lebih adaptif, dan lebih kolaboratif.

“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa kerja-kerja inovatif harus terus kita akselerasikan. Tidak hanya di bidang sosial atau pendidikan, tapi bidang-bidang lainnya. Tugas kita sekarang adalah memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar memberi manfaat bagi warga Jawa Timur," pungkasnya.(red)

close
Pasang Iklan Disini