BERKAH News24 - Ada yang berbeda di GOR PKPSO Jember, Minggu (14/9/2025), tempat berlangsungnya perlombaan cabang Musabaqah Khath Al-Qur’an (MKQ) dalam rangkaian MTQ XXXI Tingkat Provinsi Jawa Timur. Di sela-sela kompetisi, Majelis Hakim Cabang MKQ menghadirkan sebuah pameran karya kaligrafi yang langsung menarik perhatian peserta dan pengunjung.
Pameran ini bukanlah pameran biasa. Semua karya yang terpajang merupakan hasil tangan para hakim sendiri. Ketua Majelis Hakim Cabang MKQ, H Misbahul Munir, menjelaskan bahwa tujuan utama pameran ini adalah untuk menunjukkan bahwa para hakim bukan hanya menguasai teori penilaian, tetapi juga aktif berkarya.
“Pameran ini adalah karya para hakim. Kami sengaja memamerkan agar peserta dan pengunjung tahu, para hakim adalah orang-orang berkompeten di bidangnya. Jangan hanya terkesan bisa teori saja, tapi mereka juga benar-benar berkarya,” ujar Misbahul Munir.
Sedikitnya ada 50 karya kaligrafi yang dipamerkan dengan ragam gaya. Mulai dari kaligrafi humor yang segar, mushaf yang penuh ketekunan, kontemporer yang sarat kreativitas, hingga bentuk tiga dimensi, naskah klasik, dan digital modern. Keragaman ini menggambarkan betapa luasnya cakrawala seni khath yang digeluti para hakim.
Menariknya, karya-karya tersebut tidak hanya untuk dipamerkan. “Kalau ada pengunjung yang tertarik membeli, tentu boleh. Tapi kalau tidak, ya karya itu dibawa pulang kembali,” tambahnya sambil tersenyum.
Hampir semua dari sepuluh hakim MKQ yang bertugas turut menyumbangkan karyanya dalam pameran. Hal ini, menurut Misbahul Munir, menjadi bukti nyata bahwa para hakim tetap produktif dan terus mengikuti perkembangan seni kaligrafi di era kekinian.
Pameran ini pun memberi nilai tambah bagi suasana MTQ Jatim XXXI. Pengunjung tidak hanya menyaksikan kompetisi para peserta, tetapi juga dapat menikmati karya-karya indah yang sarat makna dari para penilai mereka. Kehadiran pameran ini seolah menjadi jembatan penghubung, memperkuat kepercayaan bahwa kompetisi berlangsung dengan objektif karena dewan hakim memang memiliki kredibilitas tinggi dalam bidangnya.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab moral para hakim untuk menunjukkan bahwa penilaian yang diberikan berangkat dari pengalaman nyata, bukan sekadar teori. Semoga pameran ini bisa menginspirasi peserta dan memperkaya apresiasi masyarakat terhadap seni kaligrafi,” pungkasnya.
Dengan adanya pameran ini, GOR PKPSO Jember bukan hanya menjadi arena perlombaan, tetapi juga ruang apresiasi seni kaligrafi. Sebuah langkah kreatif yang mempertegas bahwa MTQ bukan hanya ajang membaca, menulis, dan menghayati Al-Qur’an, tetapi juga merawat keindahan seni Islam yang terus hidup dan berkembang. (jal/s)












