BERKAH News24 — Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pendidikan melalui penyaluran bantuan kain seragam gratis bagi ribuan siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Tak hanya sekadar bahan seragam, siswa di sekolah negeri juga mendapatkan tambahan bantuan ongkos jahit tunai.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, di SMPN 3 Kota Madiun pada Senin, 2 November 2026.
Dalam penyaluran kali ini, total terdapat 5.368 stel kain seragam yang dibagikan kepada siswa SD dan SMP, baik dari lembaga negeri maupun swasta. Bantuan ini mencakup kain seragam nasional—yakni merah putih untuk tingkat SD dan biru putih untuk tingkat SMP—serta kelengkapan seragam Pramuka.
Selain kain seragam, Pemkot Madiun juga menggelontorkan bantuan ongkos jahit sebesar Rp 300.000 per anak, yang diberikan khusus kepada 1.651 siswa SD negeri dan 2.742 siswa SMP negeri.
Secara keseluruhan, program ini didukung oleh alokasi anggaran yang signifikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun mencatat anggaran sebesar Rp 1,3 miliar untuk ongkos jahit dan Rp 1,8 miliar untuk pengadaan kain.
Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menegaskan bahwa pemerintah menargetkan seluruh paket kain seragam dapat rampung terdistribusi kepada para siswa pada hari yang sama. Sementara itu, untuk pencairan dana ongkos jahit membutuhkan proses administrasi perbankan melalui mekanisme transfer yang diperkirakan memakan waktu sekitar tujuh hari.
"Kami menargetkan dalam hari ini semua kain seragam terdistribusi. Kalau untuk keuangan ongkos jahit karena ditransfer, maka butuh waktu sekitar tujuh hari," ujar Bagus usai penyerahan simbolis.
Lebih lanjut, Bagus berpesan kepada para orang tua siswa agar memanfaatkan jasa para pelaku usaha penjahit lokal yang ada di Kota Madiun. Melalui langkah ini, efektivitas program tidak hanya berhenti pada meringankan beban finansial keluarga, tetapi juga turut menggerakkan roda perekonomian para perajin jahit di daerah.
"Kami meminta khusus untuk jahit, orang tua siswa bisa menggunakan jasa tukang jahit lokal yang ada di Kota Madiun," tambahnya.
Melalui stimulus ini, Pemkot Madiun berharap kendala perlengkapan sekolah tidak lagi menjadi halangan bagi anak-anak untuk mengenyam pendidikan secara optimal. Pemerintah optimis bantuan tersebut mampu mendongkrak motivasi belajar serta meningkatkan tingkat kehadiran siswa di sekolah.
Di balik kelancaran penyaluran tersebut, pengadaan kain seragam tahun ini sempat menghadapi beberapa kali hambatan penundaan akibat proses lelang yang sempat mengalami kegagalan. Hal ini menjadi catatan penting dan bahan evaluasi mendalam bagi Dinas Pendidikan agar kendala serupa tidak terulang di masa mendatang.
Plt Kepala Dindik Kota Madiun, Agus Purwowidagdo, menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah antisipatif dengan menyusun Rencana Anggaran Kegiatan (RAK) jauh lebih awal. Dengan perencanaan yang matang, proses pengadaan diharap tuntas sebelum tahun ajaran baru dimulai.
"Tahun depan kita menyusun RAK lebih awal. Jadi sekitar bulan Juli atau triwulan kedua sudah bisa selesai," jelas Agus.
Program bantuan ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh para orang tua murid. Erni, salah satu wali murid yang hadir, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemkot Madiun atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat.
"Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota yang telah memberikan kain seragam dan ongkos jahit ini. Sangat membantu meringankan beban kami, dan rencananya nanti kainnya akan kami jahitkan ke tetangga sendiri," ungkap Erni.(as/BN24)






